Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Kontroversi Rok Masih Berlanjut


KUALA LUMPUR — Petinggi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menolak anggapan bahwa mereka bermaksud membedakan wanita dalam mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pemain bulu tangkis putri mengenakan rok dalam sebuah pertandingan.

Mereka menekankan bahwa peraturan itu hanya dimaksudkan agar para pemain dapat terlihat lebih "gaya dan berestetika" di lapangan sehingga bisa lebih menyedot banyak penonton.

BWF mengatakan, badan pengatur bulu tangkis dunia itu akan tetap menerapkan peraturan yang sempat mengundang kontroversi dan protes sebagian pemain dan ofisial itu mulai 1 Juni.

"Para pemain putri yang akan turun di turnamen-turnamen level tertinggi BWF diwajibkan mengenakan rok atau gaun yang memperlihatkan ciri kewanitaan mereka, bahkan meskipun mereka tetap memakai celana pendek di dalamnya. Tidak diperbolehkan lagi memakai celana pendek saja dalam sebuah pertandingan," demikian bunyi peraturan itu.

Wakil Presiden BWF Paisan Rangsikitpho menolak anggapan bahwa peraturan itu merupakan suatu bentuk eksploitasi terhadap wanita sembari mengatakan bahwa rok itu tidak mesti rok pendek. Namun, dia menekankan, harus ada sesuatu yang menjadi "pembeda dalam sebuah pertandingan putri". "BWF tidak pernah punya maksud untuk memosisikan wanita sebagai obyek seksual, dan bukan itu yang tengah kami kerjakan saat ini," katanya.

"Kita perlu membuat suatu pembeda dalam pertandingan putri dan peraturan itu merupakan bagian dari suatu kampanye besar kita untuk lebih meningkatkan profil olahraga bulu tangkis di masa depan," tambahnya.

"Ini dimaksudkan untuk membantu olahraga ini menarik minat penggemar yang lebih luas, baik bagi kaum muda maupun tua atau bagi pria maupun wanita, di mana penampilan para pemain yang gaya, menarik, dan berestetika menjadi faktor yang penting di dalamnya," kata Wakil Presiden BWF itu menjelaskan.

Badan pengatur bulu tangkis dunia itu sebelumnya bermaksud menerapkan peraturan itu pada 1 Mei. Namun, peraturan itu kemudian ditunda dalam rangka "memberikan kesempatan bagi para anggota untuk memahami sepenuhnya alasan di balik peraturan itu".

BWF menambahkan, peraturan mengenai rok itu adalah upaya lebih lanjut dari badan tersebut untuk meningkatkan level bulu tangkis putri dunia setelah sebelumnya mereka menetapkan standar hadiah uang dan sistem poin bagi pemain putri dan putra.

Akan tetapi, langkah tersebut mengundang protes di kalangan pemain dan ofisial yang berpendapat bahwa perempuan tidak dapat diperintahkan untuk mengenakan sesuatu. "Anda tidak bisa mewajibkan semua pemain menggunakan rok," kata pemain ganda putri India, Jwala Gutta, bulan lalu.

"Tergantung dari setiap individu dan rasa nyaman mereka dalam menggunakan atau tidak menggunakan rok. Saya yakin, orang tidak suka kalau diperintahkan untuk mengenakan atau tidak mengenakan sesuatu," tambahnya.

Penentang peraturan ini antara lain Komisi Nasional Perlindungan Wanita India dan Menteri Urusan Olimpiade Inggris Hugh Robertson, sebagaimana dilaporkan oleh media setempat. "Hanya atlet yang dapat memutuskan apa yang akan mereka pakai di lapangan. Ini sama sekali bukan pendekatan yang dapat dilakukan di abad ke-21 ini," komentar Robertson, sebagaimana dikutip koran Evening Standard London.


sumber : kompas

0 komentar:

Posting Komentar