Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Lukisan Dipo Alam Terjual Rp 900 Juta

JAKARTA — Dua lukisan Sekretaris Kabinet Dipo Alam bergambar Presiden Turki Abdullah Gul dan Ibu Negara Hayrunnisa terjual 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 900 juta rupiah.

Lukisan tersebut rencananya akan diberikan kepada Presiden Gul yang akan menghadiri Bisnis Forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (5/4/2011). Presiden Gul dan Ibu Negara melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 4-7 April 2011.

"Syukur alhamdulillah, lukisan saya telah terjual dalam lelang khusus. Sekitar 25.000 dollar AS dari yayasan saya. Lalu 50.000 dollar AS dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia. Sisanya, 25.000 dollar AS, dari berbagai pengusaha. Semoga pada acara bisnis forum esok masih ada tambahan dari pengusaha yang hadir," kata Dipo di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Minggu.

Dua lukisan yang terbuat dari cat minyak tersebut berjudul "Benim Misafilerim Borobudur'da" atau Tamuku di Borobudur. Pada lukisan tersebut tampak Presiden Gul dengan Ibu Negara Hayrunnisa dengan latar belakang Candi Borobudur. Lukisan kedua berjudul "Benim Misafirim Aceh'da" atau Tamuku di Aceh. Pada lukisan tersebut tampak sosok Presiden Gul yang gagah mengenakan pakaian jas.

Uang ini, kata Dipo, rencananya akan didonasikan ke sekolah Turki yang berada di Aceh. Di sekolah tersebut, terdapat ratusan siswa Indonesia, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

"Nanti kita akan bersama-sama menyerahkan hasil lelang dari lukisan saya. Presiden Turki rencananya juga akan berkunjung ke Aceh," kata Dipo.

Mantan aktivis mahasiswa yang mengaku senang melukis sejak muda sempat menceritakan tingkat kesulitan dari lukisan tersebut. "Paling susah soal pencahayaan dan tangan. Lighting itu bukan sembarangan. Ada sekolahnya. Saya kan tidak sekolah (lukis)," katanya sambil tersenyum.

Melunasi utang

Lukisan tersebut, disebut Dipo, sebagai utang kepada Presiden Gul. Dipo pernah tinggal di Istanbul, ibu kota Turki, selama tiga tahun, dari tahun 2007 hingga 2010, saat ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Berkembang atau Developing 8.

Dipo menceritakan, ketika mulai bertugas di Turki, ia disambut oleh Gul yang masih menjabat menteri luar negeri. Ia mengaku terkesan dengan kepribadian Gul yang dinilainya sederhana, selalu senyum, serta bicaranya yang selalu menyenangkan hati meski tanpa basa-basi. Dipo berjanji suatu hari ia akan melukis sosok Gul.

"Karena sibuk sebagai Sekjen D8, saya akhirnya menunda terus dan tidak disangka tahun 2010 harus pulang ke Indonesia untuk menjadi sekretaris kabinet, jadi utang lukisan ini baru kesampaian sekarang," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar