Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

3 Heli Malaysia Buntuti Kapal Hiu Indonesia Selama Satu Jam

JAKARTA - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan membawa dua kapal illegal fishing asal Malaysia berjalan tegang. Pasalnya, saat dibawa menuju ke pelabuhan Belawan, Kapal Pengawas Hiu 001 yang membawa dua kapal illegal fishing asal Malaysia sempat dikejar tiga helikopter asal Malaysia. Dengan persenjataan lengkap, tiga helikopter asal Malaysia ini membuntuti kapal pengawas Hiu selama perjalanan menuju pelabuhan Belawan. “Kapal pengawas HIU 001 dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan, tepatnya pada posisi 04'26"82 U - 99'16"09 T dengan kecepatan 9,3 Knot dan haluan 230', sempat dikejar/disergap dan diprovokasi tiga buah helikopter, yaitu dua buah helikopter maritime Malaysia, dan satu helikopter tempur tentara laut diraja Malaysia (TLDM) dengan persenjataan lengkap,” kata Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yulistyo Mudho di Jakarta, Senin (11/4/2011). Yulistyo menjelaskan, ketiga helikopter tersebut terus membayang-bayangi dan mengadang KP.HIU 001 berserta dua kapal illegal fishing asal Malaysia. Helikopter tersebut juga berusaha menghentikan dan terus memprovokasi agar kapal tangkapan dilepaskan atau dikembalikan ke Malaysia. “Helikopter tersebut terbang rendah dan mengelilingi atau menghalau serta manuver berbahaya dengan senjata siap tembak di atas KP.HIU 001," ungkapnya seraya mengaku, KP Hiu 001 terus berkomunikasi melalui radio, dan telepon satelit dengan pihak PSDKP, BAKORKAMLA, dan KRI TARIHU-829, DANSATGAS OPS GURITA. Komunikasi dilakukan untuk meminta bantuan pengamanan dari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Namun, pada posisi 04'20"45 U - 99'10"50 T, setelah satu jam membuntuti, ketiga helikopter meninggalkan kapal pengawas beserta hasil tangkapannya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kapal Pengawas HIU 001 yang dinahkodai Moch Nursalim milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap dua kapal illegal fishing asal Malaysia pada Kamis (7/4/2011). Kedua kapal masing-masing terdiri atas lima ABK berkewarganegaraan Thailand, berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, perairan Zona Ekonomi Ekskutif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka. Kedua kapal tersebut adalah KM. KF 5325 GT. 75,80 ditangkap pada posisi 04º35’02” N – 099º24’01” E yang dinahkodai oleh MR. KLA dan KM. KF 5195 GT. 63,80 ditangkap pada posisi 04º40’50” N – 099º25’00” E dengan nahkoda MR. NHOI. Keduanya ditangkap karena tidak mempunyai Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari pemerintah RI serta penggunaan alat tangkap terlarang Trawl. Mereka dianggap melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Jo pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2) Jo pasal 86 ayat (1) UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

0 komentar:

Posting Komentar