Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Radiasi dari Jepang Menyebar di China

BEIJING — Kadar radiasi sangat rendah yang berasal dari PLTN Jepang yang rusak sudah menyebar ke sebagian besar provinsi di China. Namun, Pemerintah China mengatakan, kadarnya yang sangat rendah tidak menyebabkan risiko bagi kesehatan.

Kementerian Perlindungan Lingkungan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu malam, bahwa radiasi terdeteksi di negara berpenduduk padat itu, terutama di bagian timur, utara, dan selatan. Kementerian itu, Senin, mengatakan, yodium radioaktif terdeteksi di beberapa provinsi, tetapi laporan berikutnya telah melacak pelebaran kawasan dari daerah yang terkena radiasi.

Informasi Kementerian terbaru mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa kadar radiasi radioaktif hanya sekitar seperseribu dari jumlah yang akan diterima oleh seseorang yang melakukan penerbangan udara sejauh 2.000 kilometer (1.200 mil). Krisis nuklir Jepang telah menimbulkan kekhawatiran di China, telah memicu kepanikan nasional pembelian garam akibat salah informasi, yang mengakibatkan konsumen percaya bahwa yodium yang terkandung dalam garam juga bisa melindungi orang dari keracunan radiasi.

Pemerintah China juga melarang impor beberapa produk makanan dari Jepang dan meningkatkan pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat perjalanan lainnya di tengah kekhawatiran kontaminasi radiasi. PLTN Jepang, Fukushima Daiichi, rusak akibat dilanda gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu dan saat ini para pekerja tengah berjuang dengan tugas berbahaya untuk mencoba mengendalikan kebocoran radiasi.

0 komentar:

Posting Komentar