Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Petinggi AFC Tanyakan Pompa Bola Di Ruang Wasit

Semua inspeksi yang dilakukan Asian Football Club (AFC) sesuai dengan tabel dan modul yang diberikan kepada menajemen Persipura. Jadi, pihak AFC tidak mengada-ada dalam melakukan tugas, tetapi semuanya sudah sesuai dengan jawaban yang diberikan kepada AFC. Hal ini diungkapkan Manickam Subramaniam yang didampingi oleh Joko Driyono dari Badan Liga Indonesia (BLI), Ketua Panpel Tommi Benhur Mano, dan La Siya dari menajeman Persipura saat jumpa pers di Hotel Aston, Jayapura, Rabu (23/3) malam. "Di ruang wasit harus ada pompa bola dan ternyata belum dilengkapi," papar petinggi AFC saat memulai inspeksi di Lapangan Mandala. Meski hal itu terlihat sederhana, namun Subramaniam sangat teliti dalam memeriksa setiap sudut ruangan dan semua fasilitas yang ada di Lapangan. Berbekal jawaban yang hampir sebagian besar ditulis "yes", ternyata kondisi di lapangan belum tampak lengkap.
"Saya datang ke sini untuk melakukan inspeksi sesuai jawaban yang diberikan menajemen Persipura, dan kondisi lapangan seharusnya sudah lengkap," papar Manickam Subramaniam saat berkunjung. Dia menambahkan, ruang wasit harus semuanya lengkap termasuk pompa yang akan digunakan wasit memompa bola saat pertandingan akan dimulai. Dia menegaskan dirinya tidak mengada-ada soal kelengkapan karena nanti semua perlengkapan ini akan dilaporkan ke markas AFC di Kuala Lumpur. Ini artinya terkadang persiapan stadion Mandala hanya memperhatikan masalah-masalah yang besar sehingga mengabaikan hal-hal kecil yang kelihatan gampang dan mudah dilengkapi secara cepat. Secara kasat mata, Lapangan Mandala sudah memenuhi persyaratan. Namun, ternyata lampu stadion tidak semuanya di atas 1000 lux bahkan ada yang kekuatannya di bawah 1000 lux. Perlengkapan ruang pers termasuk tangga menuju ruang wartawan tidak boleh bergabung dengan penonton. Harus tersendiri dan steril dari gangguan penonton dan suporter. Ada sebuah pertanyaan menarik yang sempat dilontarkan tentang Stadion Kanjuruhan Malang yang tidak memiliki giant screen tetapi hanya menggunakan scoring board secara manual namun bisa menyelenggarakan ajang Liga Champion Asia saat Arema melawan Jean Buk Motor. Menurut Joko Driyono dan juga Manickam Subramaniam, hal itu dikarenakan manajemen Arema Malang memberikan laporan kepada AFC akan memakai scoring board secara manual dan AFC menerima masukan tersebut. Berbeda dengan pihak manajemen Persipura yang mengisi formulir jawaban bahwa Stadion Mandala akan memakai giant screen. Ternyata saat petinggi AFC berkunjung ke Stadion Mandala, giant screen belum terpasang. "Saya hanya melihat rangka giant screen yang belum terpasang," papar Subramaniam. Mestinya semua fasilitas yang terdapat di Stadion Mandala harus lengkap sesuai dengan lembar jawaban. Giant screen sendiri, menurut pihak pengelola, sudah ada di Jayapura tetapi masih menunggu ahli dari China untuk memasangnya. Tim ahli dari China akan datang ke Indonesia pada 25 Maret . "Sayangnya tidak secara jelas diberi tahu apakah pada tanggal tersebut tim tersebut sudah ada di Jayapura atau Jakarta," papar Ketua Panpel mengutip pernyataan pihak pelaksana proyek pembangunan Stadion Mandala. Pada Kamis (24/3) ini, Manickam Subramaniam dan Joko Driyono melakukan pengecekan kembali ke Stadion Mandala dan juga ke Stadion Barnabas Jouwe serta Lapangan Hamadi. Mereka mengecek itu semua untuk melihat apakah pantas digunakan sebagai tempat latihan bagi tim tamu.

0 komentar:

Posting Komentar