Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Pengamat : Bocoran Wikileaks Soal SBY Sumir

JAKARTA - Bocoran Wikileaksyang dimuat harian Australia The Age yang memuat berita utama tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai itu tidak berdasar.

“Laporan itu sumir, tidak ada sumber yang jelas dan hanya mengada-ada,” kata Dynno Cresbon di Jakarta, Jumat, (11/3/2011).

Selain itu, lanjutnya pemberitaan miring tentang Presiden SBY yang diangkat media Australia tersebut tidaklah berdasarkan kebenaran, terlebih karena bersumber dari WikiLeaks.

"Kita tahu bahwa WikiLeaks telah banyak membuat berita hampir di setiap negara. Kita pun tahu kredibilitas WikiLeaks sulit dipertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah harus meminta keterangan dari Kedutaaan Besar AS di Jakarta untuk memberikan penjelasan kepada publik agar permasalahan ini tuntas.

"Kalau tidak secepatnya meminta keterangan pada Dubes AS di Jakarta, permasalahan ini akan meresahkan publik,” kata Dynno.

Seperti diberitakan di halaman utama Harian The Age, Australia, Jumat, dengan judul 'Yudhoyono Abused Power'. Dalam tulisannya, SBY dituding melindungi tersangka kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam kawat yang tidak diketahui nomor dokumennya itu, SBY dikatakan secara personal terlibat untuk mempengaruhi jaksa penuntut dan hakim untuk melindungi tokoh politik.

SBY juga dikatakan menggunakan Badan Intelejen Negara untuk memata-matai sejumlah rival politiknya, termasuk salah satu mantan menteri senior di kabinetnya. Dokumen juga menunjukkan, mantan wapres SBY membayar jutaan dolar AS untuk membeli pengaruh di salah satu partai terbesar di Indonesia.

"Istri Presiden SBY dan keluarganya memperkaya diri sendiri lewat koneksi politiknya," demikian sebutWikiLeaks.

0 komentar:

Posting Komentar