Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Koalisi Gempur Tripoli Lagi

Selama seharian, koalisi menggempur Tripoli, khususnya kawasan yang menjadi basis angkatan perang Libya. Menurut wartaAP dan AFP pada Sabtu (26/3/2011), sasaran koalisi adalah daerah Tajoura. Daerah itu memang memiliki beberapa pangkalan militer.

Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis memimpin penerapan zona larangan terbang yang didukung PBB. Sementara itu, seorang penduduk Tripoli juga mengatakan, pangkalan radar militer di Tajoura terbakar. "Daerah itu berguncang akibat tiga ledakan hebat secara berturut-turut," ujar penduduk itu.

Pemimpin Libya Moammar Khadafy dilaporkan telah mempersenjatai sukarelawan sipil untuk melawan gerakan anti-pemerintah, menurut seorang pejabat militer Amerika Serikat Laksamana Muda William Gortney.

Pada bagian lain, Gortney juga mengatakan, "Khadafy sudah tidak punya pertahanan udara dan kemampuan yang menurun untuk memimpin dan menggerakkan pasukannya di lapangan."

Sementara itu, pasukan koalisi telah meluncurkan serangan terhadap tank-tank Libya di kota Ajdabiya. Saksi mata mengatakan, pasukan oposisi dan pemerintah bentrok di dekat kota itu.

Qatar juga telah menjadi negara Arab pertama yang ikut berpatisipasi dalam serangan udara di Libya. Kepada para wartawan, Gortney mengatakan, pasukan internasional telah melemahkan pasukan Khadafy. "Pasukan udaranya tidak bisa terbang, kapal perangnya mangkal di pelabuhan, bahan peledak di gudang sudah dihancurkan dan menara komunikasi sudah roboh, dan tembok pertahanannya tidak berguna " ujar Gortney.

"Hari ini, kami memperoleh laporan Khadafy telah mempersenjatai para sukarelawan untuk melawan pemberontak," katanya.

"Namun, saya tidak bisa memastikan apakah mereka betul sukarelawan atau tidak dan saya tidak tahu berapa orang yang akan ia dapatkan," ujar Gortney.

"Amat menarik bagi saya bagaimana Khadafy harus memperkuat sipil," ujarnya.

Sebelumnya Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO, menyetujui untuk mengambil alih komando operasi militer di Libya guna memaksa kawasan larangan terbang bagi pasukan Khadafy. Akan tetapi, Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen menyatakan kalau aspek lain terkait operasi ini tetap berada di tangan koalisi.

0 komentar:

Posting Komentar