Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Amerika Harus Belajar dari Krisis Nuklir Jepang

Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama "sangat khawatir" soal potensi korban jiwa dari krisis nuklir Jepang dan menyerukan "peningkatan" keselamatan fasilitas atomik Amerika. "Pembangkit listrik tenaga nuklir didesain kukuh dari level gempa bumi, tapi tak ada yang antigagal," katanya dalam wawancara dengan stasiun TV CBS di Pennsylvania kemarin.


"Jadi setiap kali peristiwa macam ini terjadi, saya pikir sangat penting bagi kita mengkaji bagaimana selanjutnya dapat meningkatkan keselamatan dan kinerja PLTN-PLTN itu," kata Presiden. "Penting bagi kita untuk terus berpikir bagaimana dapat meningkatkan teknologi nuklir guna mengatasi masalah keselamatan tambahan yang menjadi perhatian orang."
Obama tidak khawatir radiasi kebocoran PLTN (Jepang) mencapai pantai Amerika, tapi menekankan, "Saya sangat khawatir akan efek radiasi di Jepang. Hati kami bersama rakyat Jepang. Mereka dihadapkan pada tiga cobaan: gempa bumi, tsunami, dan sekarang kecelakaan nuklir. Jadi kami menyediakan semua dukungan buat mereka."
Dari Beijing, Dewan Negara atau kabinet Cina kemarin telah menunda persetujuan proposal PLTN dan tengah membuat pengecekan komprehensif PLTN-nya. Sidang Dewan Negara dipimpin Perdana Menteri Wen Jiabao menjelaskan kepada rakyat Cina bahwa mereka tak perlu takut soal radiasi PLTN Fukushima Daiichi. "Untuk sementara, kami menunda persetujuan proyek PLTN, termasuk mereka yang dalam tahap pengembangan awal," demikian pernyataan Beijing. "Kami harus sepenuhnya mendahulukan kepentingan dan urgensi keselamatan nuklir."

0 komentar:

Posting Komentar