Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

PSSI Jatuhkan Sanksi kepada Jajaran LPI

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap wasit, asisten wasit, pelatih, pemain lokal, dan pemain asing karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Sanksi tersebut berdasarkan statuta PSSI.

Seperti yang dilansir dari situs resmi PSSI, ada 53 nama perangkat pertandingan, pelatih, dan pemain yang dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI atas pelanggaran kedisiplinan yang dilakukannya. Sebagian dari mereka sudah diketahui terlibat sejak LPI belum resmi bergulir, sehingga Surat Keputusan (SK) Komdis-nya pun ditandatangani pada Desember lalu. Sementara SK yang lain ditandatangani pada Januari dan terakhir SK yang ditandatangani pada 4 Februari lalu.

Dari total 53 pelanggar kedisiplinan dan Statuta PSSI ini, 26 di antaranya adalah jajaran perangkat pertandingan, pengawas pertandingan (PP), wasit dan asisten wasit. Sebanyak 20 pemain asing dan enam pelatih dijatuhi hukuman.

Hukuman yang diberikan Komdis kepada wasit dan perangkat pertandingan adalah mencabut lisensinya. Kemudian, bagi pelatih, Komdis mencabut lisensinya atau membekukannya. Sementara bagi pemain asing, Komdis menyatakan ITC pemain tersebut tidak berlaku lagi.

"Komdis menuntaskan tugasnya menegakkan kedaulatan sepak bola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," kata Ketua Komisi Disiplin, Hinca Pandjaitan, Jumat (19/2/2011) sore.

"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepak bola," tegas Hinca mengisyaratkan adanya surat FIFA pada 11 Januari lalu yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke.

Surat dari Jerome Valcke antara lain menekankan pentingnya PSSI melakukan tindakan-tindakan terhadap komponen sepak bola yang terlibat dalam LPI. Permasalahan ini juga akan dibawa pada Sidang Komite Emergency FIFA di Zurich yang digelar Maret nanti. Menyusul upaya-upaya atau tindakan yang sudah dilakukan oleh PSSI terhadap unsur-unsur LPI, FIFA kemudian mengirim kembali dua buah surat berturut-turut pada 9 dan 10 Februari yang mengapresiasi langkah-langkah perbaikan PSSI.

Lucunya, dalam berita yang dilansir dari situs resmi PSSI ini, tertulis bahwa LPI dianggap legal oleh FIFA. Hal itu terdapat dalam paragraf pertama.

"Komisi Disiplin PSSI mengumumkan nama-nama perangkat pertandingan, serta pelatih dan pemain asing yang dikenai sanksi karena terlibat secara aktif dalam Liga Primer Indonesia, kegiatan sepak bola yang bertentangan dengan Statuta PSSI. Jajaran perangkat pertandingan, termasuk wasit dan asisten wasit, serta pelatih dan pemain ini, tak terkecuali pemain asing, dijatuhi hukuman atas perilakunya yang tidak terpuji dengan berpartisipasi pada kegiatan LPI, yang sudah dianggap legal oleh FIFA." (PSSI)

0 komentar:

Posting Komentar