Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Pembubaran Ormas Bukan Jaminan Konflik Agama Selesai


Pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) bukanlah jaminan dan solusi tepat yang dapat menyelesaikan konflik beragama seperti yang terjadi di Indonesia. Yang harus dilakukan adalah menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam kehidupan beragama.

"Pembubaran ormas tertentu bukan merupakan solusi yang tepat, kalau kekerasan dalam kehidupan beragama masih ada," kata pimpinan Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Zainal Abidin Bagir dalam diskusi di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (11/2/2011).

Dia mengatakan kekerasan dalam kehidupan beragama harus dihilangkan. Sebab, hal itu merupakan persoalan utama. Di samping itu, aparat penegak hukum juga harus tegas terhadap pelaku kekerasan.

Menurut dia, dalam kasus kekerasan terhadap anggota Ahmadiyah di Pandeglang, Banten justru yang ditonjolkan adalah pembubaran ormas. Padahal yang menjadi masalah adalah fatwa sesat tentang ajaran tersebut yang kemudian muncul kekerasan.

"Fatwa tersebut kemudian senjata untuk melakukan kekerasan," ungkap staf pengajar Program Studi Agama dan Lintas Budaya sekolah Pasca Sarjana UGM itu.

Di luar kasus Ahmadiyah kata Zainal, ditemukan 20 kasus berkaitan dengan tuduhan penodaan agama yang disertai aksi kekerasan. Selama tahun 2010 ditemukan sebanyak 39 kasus yang berkaitan dengan rumah ibadah yakni pendirian gereja yang dipermasalahkan umat muslim. Dari kasus itu sekitar 17 kasus atau 43 persen di antaranya diikuti dengan kekerasan fisik.

"Namun hingga kini tidak ada proses pengadilan terhadap aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama tersebut. Aparat penegak hukum tidak boleh dalam posisi lemah dalam memberantas kekerasan dalam beragama," pungkas Zainal.

0 komentar:

Posting Komentar