Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Para Ibu Tak Panik soal Isu Susu Berbakteri

Istana Indonesia-Berita soal susu formula yang tercemari bakteri tak membuat sebagian ibu rumah tangga panik dan menghentikan konsumsi susu kepada anak-anak mereka. Susu masih merupakan barang kebutuhan pokok yang tinggi tingkat permintaannya.

"Iya, sudah dengar ada susu bakteri itu. Akan tetapi kan belum ada kabarnya ya, susu mana saja. Kalau saya bismillah saja, semoga enggak kenapa-napa," kata Ning, Sabtu (12/2/2011) saat dijumpai di Pasar Pal, Cimanggis Depok.

Ning mengaku perasaan khawatir memang ada. Namun, ibu dua anak ini menyiasati rasa khawatir tersebut dengan menyiapkan susu bagi anak sebaik-baiknya. "Panasnya harus pas dan tempatnya juga bersih. Bakteri kan ada kalau kotor, jadi semoga saja tidak ada," ucapnya.

Fatimah, warga Mekarsari, juga mengungkapkan tidak terlalu panik soal susu berbakteri. "Habisnya belum jelas. Masa mau kami stop karena kabarnya enggak jelas, kan kasihan anak juga," ucapnya.

Ia juga berharap pemerintah segera mengumumkan merek-merek susu yang terlarang supaya tidak menimbulkan keresahan publik. "Jangan simpang siur, harus yang jelas dong biar kami juga tahu langkah apa yang bisa dilakuin," kata Fatimah.

Seperti diwartakan sebelumnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) belum juga bersedia mengumumkan nama-nama merek susu formula yang tercemari Enterobacter sakazakii menurut hasil riset yang dipublikasikan pada 2008. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), juga menyatakan tidak dapat memaksa IPB mengumumkannya karena alasan independensi.

Padahal, ketiga lembaga tersebut diminta mengumumkan nama-nama merek susu yang tercemar berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) lewat putusan bernomor 2975 K/Pdt/2009 dalam sidang kasasi MA pada 26 April 2010, yang intinya menolak permohonan kasasi dari IPB, Badan POM, dan Menkes terkait dengan gugatan David ML Tobing.

Badan POM menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Hampir seluruh susu yang beredar dan pernah diteliti oleh Badan POM sejak 2009 hingga Februari 2011 tidak mengandung cemaran bakteri E sakazakii.

0 komentar:

Posting Komentar