Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

“Jenderal Besar” di Nusakambangan

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar jaringan narkoba yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sindikat barang terlarang itu diotaki Yoyo, narapidana yang terkenal dengan sebutan “Jenderal Besar”.

Tak tanggung-tanggung,Jenderal Besar ini mampu memasarkan 10 kg sabu-sabu senilai Rp20 miliar setiap hari.Tidak hanya di sekitar penjara, pasar bisnis kristal haram sang Jenderal itu juga meliputi Jawa.“ Tersangka telah menjalankan aksinya selama delapan tahun,” ungkap Direktur Narkotika Alami BNN Brigadir Jenderal Benny Joshua Mamoto kemarin. Benny menuturkan, terungkapnya sindikat Yoyo ini setelah BNN mengamati terus menerus peredaran sabu-sabu di lingkungan penjara di Tanah Air. Dari penyelidikan ini terungkap sepak terjang Yoyo.

“Jenderal Besar ini dipenjara 22 tahun karena menjadi bandar narkoba. Sementara ini kami baru mengetahui dia dibantu dua sipir dalam menjalankan bisnisnya,” papar Benny. Dua sipir dan Yoyo telah diperiksa petugas BNN. Benny menduga, Jenderal Besar leluasa menjalankan bisnis gelapnya tidak hanya karena keterlibatan orang dalam, melainkan juga dibantu puluhan narapidana di penjara berkeamanan maksimal tersebut.

“Dengan bantuan mereka,Yoyo dan kawan-kawan memasarkan sabu-sabu ke tujuh penjara di lingkungan Nusakambangan dan ke hampir seluruh penjara di Indonesia,”tandas Benny. Bukan kali ini saja BNN membongkar jaringan narkoba di Nusakambangkan. Sebelumnya, sindikat yang diotaki Boski juga diungkap. Boski alias Surya Bahadur Tamang merupakan warga negara Nepal yang ditahan di LP Pasir Putih.Boski mengendalikan jaringan narkotika dari balik jeruji sejak 2002.

Mirip dengan Yoyo,Boski juga leluasa beraksi karena saat itu dibantu oknum sipir. Sindikat Boski diketahui setelah BNN meringkus Laurens dan Leo di bawah jembatan areal Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur (20/11/10). Setelah dikembangkan, 13 orang akhirnya menjadi tersangka dalam kasus ini. Beberapa di antaranya Warga Negara Malaysia keturunan India.

epan hasyim _Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Nur Ainun berharap Presiden mempercepat proses hukuman mati kepada para terpidana narkoba besar untuk mengejar target Indonesia bebas narkoba pada 2015. ”Memang undang-undang tentang grasi sudah disahkan 2010 lalu. Namun, dalam undangundang tersebut belum disebutkan bahwa grasi tidak berlaku bagi terpidana narkoba yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Ini yang kami inginkan,” ungkap Ainun.

0 komentar:

Posting Komentar