Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Asep Djaja: Waspadai Pengikut Abu Tholut


Terpidana kasus terorisme, Asep Djaja, mengingatkan polisi untuk mewaspadai aksi lanjutan pengikut Abu Tholut, buron kasus terorisme, yang ditangkap di rumah mertuanya di Desa Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penangkapan Abu Tholut bisa memicu munculnya pemimpin baru gerakan ini karena ideologi yang ditanamkan Tholut alias Pranatayudha sangat kuat.

"Bisa bermunculan mujahid-mujahid baru," kata Asep Djaja di Penjara Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin. Asep adalah anggota kelompok Abu Tholut yang menyerang pos Brigade Mobil di Desa Loki, Kabupaten Seram Barat, Ambon, pada 2005. Bersama 16 terpidana kasus terorisme, dia kini mendekam di Penjara Porong.

Menurut Asep, Abu Tholut punya keahlian menggunakan segala jenis senjata api, seperti M-16, AK-47, dan pistol, hingga peluncur roket RPG-2. "Yang tidak dimiliki hanya senjata antipesawat," katanya. Keahlian itu ditularkan kepada anggota kelompoknya yang dinilai berani dan memiliki mental pejuang. Dia menduga jaringan di Poso, Sulawesi Tenggara, memperkuat kelompok bersenjata Tholut.

Meski demikian, Asep mengaku heran mendengar lelaki yang punya banyak nama alias itu tidak melawan ketika dibekuk Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Padahal, saat di tempat penangkapan, aparat menemukan senjata api tipe FN dan delapan butir peluru. "Mungkin menyerah jalan terbaik yang bisa dia lakukan," katanya.

Sampai kemarin, Abu Tholut masih belum dibawa ke Markas Besar Polri setelah ditangkap di Kudus. "Masih di lapangan," kata juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, di Jakarta kemarin. Tholut masih dibutuhkan untuk penyelidikan sampai muncul informasi soal jaringannya. Tapi dia tidak tahu posisi terakhir Tholut.

Setelah menangkap Abu Tholut, Densus 88 Antiteror terus memburu jaringan Tholut di Jawa Tengah. Di rumah toko milik H Solikhin di Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, aparat menemukan satu unit senjata M-16, 170 butir peluru kaliber 5,56, dan 75 butir peluru kaliber 9. Temuan lain adalah kasur kecil untuk melipat senjata api.

"Aparat juga mengamankan satu compact disc dan laptop," kata Abdul Khalik, Ketua RT 1, tempat senjata ditemukan. Ruko dua lantai ini disewa Sukirno, yang mengaku dari Jombang, Jawa Timur, untuk berdagang suvenir dan susu jahe. Namun Sukirno menghilang tiga hari sebelum penangkapan Abu Tholut. Ruko ini hanya ditempati selama tiga pekan.

Pemilik bangunan ruko, H Solikhin, mengatakan tidak menduga penyewa ruko anggota jaringan teroris. "Saya baru tahu setelah ada penggeledahan," katanya. Berdasarkan perjanjian, ruko ini disewa selama satu tahun dengan biaya Rp 10 juta dan dibayar tunai.
Menurut Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, meski Sukirno sempat menghilang dari ruko yang disewa, aparat sudah menangkap lelaki dari Jombang ini. "Dia sudah ditangkap dan diamankan bersama barang bukti," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar