Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

LBH Jakarta Ragukan Jaksa Agung Baru

ISTANA INDONESIA: Terpilihnya Basrief Arief sebagai Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji memicu pro kontra. Sebab, Basrief adalah orang dalam dengan jabatan terakhir sebagai wakil jaksa agung dan pensiun 2007 silam. Malah ada yang khawatir banyak kasus bakal terbengkalai bahkan tertutup, seperti kasus Bank Century jika jaksa agung dipimpin orang dalam.

Salah satu pihak yang khawatir adalah Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta. Menurut LBH, jika Kejaksaan Agung dipimpin orang dalam akan sulit membersihkan para jaksa. Pasalnya, jaksa agung baru juga tak terlepas dari problem di kejaksaan yang sudah sistemik. "Akan susah melepaskan diri dari problem sistemik di tubuh Kejaksaan," kata Ketua LBH Jakarta Nurcholis Hidayat di Jakarta, Jumat (26/11).

Namun, bagi pengamat politik Ikrar Nusa Bakti, siapapun Jaksa Agung yang baru, ia harus bisa menegakkan hukum tanpa tebang pilih. "Apakah benar-benar hukum itu tidak tebang pilih, Apakah benar-benar ada kesamaan di depan hukum," ucap Ikrar.

Saat diwawancarai SCTV, Basrief Arief sadar akan kekhawatiran berbagai pihak. Ia hanya berjanji akan mengajak Korps Adhyaksa untuk segera berbenah [baca: Jaksa Agung Fokus Benahi Kualitas SDM].

Penunjukan Basrief Arief sebagai Jaksa Agung menjawab polemik seputar figur yang dianggap tepat memimpin Korps Adhyaksa. Saat mengumumkan nama Basrief, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jaksa agung baru harus tetap melaksanakan reformasi hukum dan revitalisasi di tubuh kejaksaan.

0 komentar:

Posting Komentar