Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Korut Arahkan Rudal ke Korsel

SEOUL (Suara Karya): Seakan-akan mengabaikan latihan perang bersama Korea Selatan (Korsel) dengan Amerika Serikat (AS) yang dimulai Minggu (28/11), militer Korea Utara (Korut) justru siap perang. Ini ditunjukkan melalui pembidikan ke pulau milik Korsel, Yeonpyeong, dengan sejumlah peluru kendali (rudal), Minggu pagi.
Korut juga telah mengerahkan sebagian besar senjata dan pasukannya ke dekat perbatasan de facto, zona demiliterisasi (DMZ) 250 kilometer panjang dan 4 kilometer lebar.
Jika terjadi perang, Pyongyang diduga akan melepaskan tembakan artileri ke Seoul, yang berada hanya 40 kilometer dari DMZ. Korea Utara diperkirakan menyerbu ibu kota Korea Selatan itu--yang memiliki 10 juta warga--melalui pengerahan tentara dan tank.
Sebuah laporan mengabarkan, Korut telah menggelar rudal tipe SA-2 di dekat daerah perbatasan dengan Korsel, sebagai jawaban dimulainya latihan perang Korsel-AS.
Barisan rudal Korut ini tampaknya ditujukan untuk pesawat jet Korsel yang terbang dekat northern limit line (garis batas utara). Garis ini adalah tanda batas kedua negara.
Kementerian Pertahanan Korsel menolak berkomentar atas laporan ini. Peluru kendali SA-2 buatan Soviet, yang digunakan Korut, memiliki jangkauan 8 hingga 30 km.
Sebuah sumber yang dikutip AFP, Minggu, mengatakan, rudal lainnya juga digelar di sepanjang pantai barat Korut. Di antara peluru kendali tersebut adalah jenis Samlet dan Silkworm yang memiliki jangkauan hingga 95 km, cukup untuk menjangkau Seoul.
Korut kembali menembakkan beberapa rudal ke Pulau Yeonpyeong, Minggu pagi. Pihak Korsel sempat memerintahkan warganya untuk berlindung di tempat yang aman. Namun, 40 menit kemudian mereka sudah diperbolehkan keluar dari tempat perlindungannya.
Kantor berita Korut, KCNA, menuding AS sebagai kriminal yang telah mengorkestrai perseteruan militer dua negara Korea. KCNA juga menganggap AS telah mengambil keuntungan dari situasi yang tengah berkembang di Semenanjung Korea ini.
AS dan Korsel memamerkan kekuatan kapal-kapal perang mereka terhadap Korut sejak Minggu pagi dalam sebuah latihan perang bersama. Ini dilakukan setelah negara komunis tersebut melancarkan serangan mematikan ke sebuah pulau milik Korsel. Padahal Pyongyang sebelumnya telah memperingatkan bahwa tindakan itu dapat membawa konsekuensi yang tidak terprediksi.
Kepala Staf Seoul mengabarkan, latihan selama empat hari itu melibatkan sedikitnya 11 kapal perang besar, termasuk kapal induk USS George Washington dan ribuan personel tentara yang ditempatkan di lepas pantai tenggara Korsel. Posisi ini jauh dari perbatasan dua Korea yang tengah menjadi sorotan.

0 komentar:

Posting Komentar