Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Borobudur Dibuka kembali

ISTANA INDONESIA - Setelah ditutup sejak 5 November akibat timbunan abu vulkanik Gunung Merapi, Candi Borobudur . Namun, sejak hari ini, Minggu 21 November 2010 sebagian areal candi dinyatakan dibuka kembali untuk umum. "Candi Borobudur dari halaman sampai undak mulai dibuka," kata Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Iskandar M Siregar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Iskandar mengatakan, bagian undak dan kamadatu yang berada di sebelah bawah, dibuka kembali karena telah dibersihkan dari abu vulkanik. Sementara bagian rupadatu dan arupadatu yang merupakan bagian tengah dan atas candi belum dibersihkan. "Yang bagian atas belum bisa dikunjungi karena masih banyak debu," kata dia. Secara fisik, Borobudur harus segera dibersihkan dari debu vulkanik yang bersifat asam. Sifat asam itu, kata Iskandar, bisa mempercepat pelapukan batuan candi. "Debunya masih kita vacuum, relief arca kita vacuum," kata dia. Setelah itu, baru candi dibersihkan dengan air, disemprot dengan penetralisir bahan kimia, yakni soda kue yang bersifat basa. Pembersihan debu yang dimulai pada 11 November itu ditargetkan selesai antara tiga hingga empat minggu. Pengangkatan debu yang mengerahkan 60 tenaga itu dilakukan secara manual. Hingga Sabtu kemarin, setidaknya 20 meter kubik debu atau 7,5 persen dari keseluruhan debu telah berhasil dibersihkan dari permukaan Borobudur. Iskandar menambahkan, di hari normal Borobudur dikunjungi setidaknya 2000 sampai 2500 pengunjung, baik berasal dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan tiket untuk wisatawan dalam negeri dipatok Rp20 ribu dan US$15 untuk wisatawan asing. Namun demikian, Iskandar mengaku tak tahu pasti berapa kerugian akibat penutupan itu. "Kalau itu, tanya ke dinas pariwisata saja," kata dia.

0 komentar:

Posting Komentar