Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

Mahasiswa Nilai Satu Tahun Pemerintahan SBY-Boediono Gagal

Istana indonesia-Organisasi Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang melansir hasil analisis akademisi terkait refleksi kinerja 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono yang penuh dengan kegagalan.

”Kami PMII Padang sebagai anak bangsa yang peduli akan kemajuan bangsa Indonesia merefleksikan kinerja 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II” ungkap Firdaus, SHI, Ketua Umum PMII Kota Padang, Senin (18/10).

”Isu penggulingan pemerintahan yang sah di tengah krisis multidimensi yang melanda bangsa bukan suatu solusi, karena tidak ada jaminan akan stabilitas perekonomian setelah SBY dimakzulkan. Isu tersebut hanya dimanfaatkan lawan politik SBY untuk memperoleh kekuatan oposisi, namun kondisi tersebut berimbas pada rakyat yang semakin bingung akan perilaku para wakil rakyat. Namun tugas berat SBY untuk mengembalikan kepercayaan publik atas kinerjanya yang telah gagal dalam 1 tahun ini.” tegasnya

”PMII Kota Padang telah merefleksikan 1 tahun kinerja pemerintahan SBY-Boediono yang penuh dengan kegagalan yakni SBY memulai kepemimpinan di KIB II dengan catatan hitam kabinet terdahulunya dan diperparah dengan penetapan para menteri yang kurang profesional. Hal ini terlihat para Menteri yang minus prestasi.” paparnya

Beberapa kegagalan SBY diberbagai bidang, seperti di bidang ekonomi pemerintahan SBY gagal mempertahankan kekuatan perekonomian Nasional bahkan perekonomian lebih didominasi oleh asing, deindustrialisasi serta semakin meningkatnya hutang luar Negeri Indonesia, dibidang Hukum tidak adanya prestasi dikelembagaan pemberantasan korupsi, semakin kuatnya para oknum mafia hukum serta menghilangnya kasus Century tanpa ada kepastian hukum, dibidang politik dan pertahanan yakni Kedaulatan Bangsa telah dipermalukan oleh bangsa lain terutama kasus perbatasan antara RI dengan Malaysia menunjukkan sikap tidak tegas kepemimpinan SBY, dibidang Sosbud yakni Mental dan Jiwa Nasionalisme bangsa yang semakin luntur, jalur kekerasan dan penindasan mengalahkan budaya leluhur bangsa musyawarah untuk mencapai mufakat.

”Dalam kondisi bangsa Indonesia yang semakin kritis, SBY harus mempunyai kebijakan strategis, dinamis serta tepat sasaran untuk kepentingan bangsa. Namun kondisi yang ada, SBY terlalu memikirkan pencitraan politik terutama kebiasaan SBY yang berkeluh kesah terhadap rakyat dinilai hanya untuk memperoleh empati masyarakat. Sedangkan yang dibutuhkan oleh rakyat adalah realisasi perbaikan kondisi riil saat ini.” pungkas Firdaus.

0 komentar:

Posting Komentar