Jati Indah Furniture. Diberdayakan oleh Blogger.

Open

Workshop

Jl Raya Jepara - Bangsri KM 11, Ds Lebak RT 04/03 Kecamatan Pakis Aji , Kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah - 59452
Call +6285325087158
Sms +6285325087158
Pin BB 5D59D50F
Instagram : @Juan.jatiindahfurniture
Email Info.jatiindahfurniture@gmail.com

My Produc

Live Trafic

Marketing Blogs
blog directory PageRank Checking Icon Medical Software

Free SEO Tools

Produksi

Produksi

Proses Finishing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Packing

Proses Pengiriman

banjir bandang wasior 2010

istana indonesia, Jakarta: Sejumlah lembaga swadaya masyarakat menduga kerusakan hutan sebagai penyebab banjir bandang di Wasior, Papua Barat. Kendati demikian, Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menepis dugaan banjir bandang yang menelan seratus lebih korban jiwa itu akibat pembalakan liar. Hanya saja, Menhut mengakui illegal logging itu ada di Papua dan Papua Barat .

"Wasior itu memiliki DAS (daerah aliran sungai) tersendiri dan tidak menyambung dengan Papua atau Papua Barat. Wasior termasuk cagar alam. Tidak bisa untuk tambang, tidak bisa untuk HPH (Hak Pengusahaan Hutan), kalau itu ada izin, izin dari mana, karena cagar alam tidak untuk tambang, apalagi tambang emas," tegas Menhut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (12/10) siang.

Zulkifli menjelaskan, penyebab banjir bandang adalah longsoran tanah akibat gempa bumi yang kemudian tersumbat. "Hujan selama enam jam yang didahului hujan empat hari sebelumnya tidak mungkin menghasilkan debit air banjir seperti yang terjadi. Air diduga merupakan air banjir normal ditambah akumulasi limpasan yang tertahan sumbatan palung akibat tanah longsor," katanya.

Alasan itu diperkuat Zulkifli dengan mengatakan: "Buktinya adalah kayu yang terbawa banjir bandang tidak ada kulit kayunya, kayu berarti sudah lama terendam dan kulitnya habis. Kalau karena hujan hari itu mana mungkin kulitnya terkelupas. Ini artinya, kayu hasil longsor masuk ke dalam sungai dan terbendung lama."

Bukti lainnya, imbuh Zulkifli, aliran ekstrem tanah kasar atau hasil endapan, tanah itu bukan baru mengelupas. "Artinya sudah lama waktu hujan besar sehingga tidak nampung lagi dan jebol," tutur Menhut.

Dengan demikian, Menhut menekankan, bencana banjir bandang di ibu kota Kabupaten Teluk Wondana itu bukan akibat penebangan liar, melainkan kondisi topografi. "Andaikan terjadi penebangan liar mungkin hanya terjadi di sekitar kota yang tidak berpengarug signifikan terhadap daerah tangkapan air," jelas Zulkifli.

Seandainya terjadi penebangan liar, lahan tidak akan menjadi gundul. "Masih ada semak belukar yang mampu menahan air hujan untuk tidak banjir bandang," tambahnya. Untuk itu, Zulkifli menilai, diperlukan penataan. "Tata ruang harus ditata, pemekaran tidak boleh terjadi di wilayah seperti di Wasior."(ANS)

0 komentar:

Posting Komentar